Reach Stacker dan Perkuatan Container Yard: Sinergi Alat Berat dan Teknologi Geogrid dalam Infrastruktur Pelabuhan
Daftar isi:
- Bagian 1: Mengenal Reach Stacker
- Bagian 2: Fungsi Vital Reach Stacker pada Container Yard
- Bagian 3: Analisis Beban Ekstrem pada Lantai Pelabuhan
- Bagian 4: Masalah pada Struktur Container Yard
- Bagian 5: Solusi Perkuatan dengan Geogrid
- Bagian 6: Tahapan Pemasangan Geogrid
- Kesimpulan
Dalam dunia logistik maritim modern, efisiensi terminal peti kemas atau Container Yard (CY) adalah kunci utama produktivitas pelabuhan. Dua elemen fundamental yang memastikan kelancaran operasional ini adalah keandalan alat angkut, khususnya Reach Stacker, dan kekuatan struktur perkerasan lahan penumpukan itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Reach Stacker, beban ekstrem yang dihasilkannya, dan bagaimana teknologi perkuatan tanah menggunakan geogrid menjadi solusi vital untuk menjaga stabilitas container yard.
Bagian 1: Mengenal Reach Stacker
Definisi dan Spesifikasi Teknis

Reach Stacker adalah alat berat yang didesain khusus untuk menangani peti kemas intermodal di terminal kecil hingga menengah atau sebagai alat pendukung di terminal besar. Alat ini memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu mengangkut peti kemas dalam jarak pendek dan menumpuknya dalam beberapa baris dan ketinggian.
Secara spesifikasi fisik, Reach Stacker adalah mesin raksasa. Berdasarkan perbandingan teknis antara merek terkemuka seperti Konecranes dan Kalmar, sebuah unit Reach Stacker memiliki bobot total (total weight) mencapai 69.500 kg hingga 69.600 kg (hampir 70 ton) tanpa beban,. Mesin ini ditenagai oleh engine berkapasitas besar.
Kapasitas Angkat dan Jangkauan
Fungsi utama Reach Stacker terletak pada kemampuannya mengangkat beban berat dengan jangkauan (reach) yang bervariasi. Kapasitas angkat umumnya terbagi berdasarkan baris penumpukan (row):
- Row 1 (Baris Pertama): Kapasitas angkat mencapai 45 ton.
- Row 2 (Baris Kedua): Kapasitas berkisar antara 31 hingga 32 ton.
- Row 3 (Baris Ketiga): Kapasitas berkisar antara 15 hingga 17 ton.
Bagian 2: Fungsi Vital Reach Stacker pada Container Yard

Operasional Bongkar Muat dan Penumpukan
Di container yard, Reach Stacker berfungsi sebagai tulang punggung operasional, terutama di area yang tidak terjangkau oleh Gantry Crane. Fungsi utamanya meliputi:
- Transportasi dan Stacking: Memindahkan peti kemas dari truk trailer ke area penumpukan dan menyusunnya hingga ketinggian 4 tumpukan (tier) atau lebih.
- Fleksibilitas Manuver: Berbeda dengan crane yang statis atau bergerak di rel, Reach Stacker menggunakan roda ban (biasanya ukuran 18.00 x 25″) yang memungkinkannya bergerak bebas di berbagai area pelabuhan.
- Layanan Pemeriksaan (Bea Cukai): Di Pelabuhan Tanjung Mas, misalnya, Reach Stacker digunakan untuk memindahkan peti kemas ke Long Room (area pemeriksaan bea cukai) untuk inspeksi barang yang dicurigai.
Dampak Perubahan Fungsi Lahan
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan Reach Stacker sering kali dipicu oleh peningkatan arus peti kemas. Sering terjadi perubahan fungsi lahan, yang semula didesain untuk peti kemas kosong (empty container), berubah menjadi area penumpukan peti kemas penuh (full container). Perubahan ini memaksa struktur lantai pelabuhan menerima beban yang jauh lebih besar dari desain awal, yang sering kali menyebabkan kerusakan struktural jika tidak dilakukan peningkatan perkerasan.
Bagian 3: Analisis Beban Ekstrem pada Lantai Pelabuhan
Untuk merancang container yard yang tahan lama, perencana harus memperhitungkan kombinasi beban mati alat dan beban muatan.
Beban Roda dan Gandar
Analisis beban di pelabuhan sangat kompleks karena melibatkan beban dinamis yang besar. Berikut adalah rincian beban yang bekerja:
- Berat Alat: Seperti disebutkan, berat Reach Stacker sendiri mencapai ±70 ton.
- Berat Muatan: Peti kemas ukuran 20 feet memiliki berat maksimum sekitar 24 ton, sedangkan ukuran 40 feet bisa mencapai 35 ton,.
- Beban Gabungan: Saat Reach Stacker mengangkat peti kemas penuh (misalnya 24 ton), beban total yang harus ditopang oleh lantai kerja bisa mendekati 100 ton.
Beban Dinamis dan Efek Kerusakan
Selain beban statis, pergerakan Reach Stacker (akselerasi, pengereman, dan manuver berbelok) menghasilkan gaya traksi dan beban dinamis yang signifikan. Beban dinamis ini dihitung dengan faktor tertentu (misalnya faktor dinamis 1.1 saat pengereman). Dalam metode British Port Association, beban-beban ini dianalisis untuk menentukan Damaging Effect atau efek kerusakan. Reach Stacker memiliki efek kerusakan yang jauh lebih kritis dibandingkan truk trailer biasa. Sebagai perbandingan, analisis beban menunjukkan bahwa Reach Stacker memiliki beban desain lalu lintas (Load Classification Index) yang jauh lebih tinggi dan kritis dibandingkan kendaraan pengangkut lainnya.
Bagian 4: Masalah pada Struktur Container Yard
Beban ekstrem dari Reach Stacker sering kali bertemu dengan kondisi tanah dasar (subgrade) yang lunak, terutama karena banyak pelabuhan dibangun di atas lahan reklamasi atau tanah lempung laut (marine clay).
Permasalahan umum yang terjadi meliputi:
- Penurunan Tanah (Settlement): Beban berat menyebabkan tanah dasar mengalami konsolidasi dan penurunan.
- Kerusakan Perkerasan: Perkerasan kaku (rigid pavement) atau paving block sering mengalami retak atau gelombang (rutting) akibat ketidakmampuan menahan gaya geser dan beban tumpu dari roda Reach Stacker.
- Genangan Air: Penurunan elevasi akibat beban berlebih dapat menyebabkan area container yard menjadi lebih rendah dari sekitarnya, sehingga rentan terhadap genangan air atau banjir rob, yang menghambat operasional.
Bagian 5: Solusi Perkuatan dengan Geogrid

Untuk mengatasi tantangan beban ekstrem di atas tanah lunak, teknologi geosintetik, khususnya Geogrid, menjadi solusi standar industri.
Apa itu Geogrid?
Geogrid adalah material geosintetik dengan struktur terbuka yang menyerupai jaring. Material ini terbuat dari polipropilena, poliester, atau HDPE (High Density Polyethylene). Mekanisme Kerja dari geogrid adalah Interlocking (Saling Mengunci)
Keunggulan utama geogrid terletak pada kekakuannya (stiffness) dan mekanisme interlocking. Material agregat (batu pecah) di atas geogrid akan masuk ke dalam lubang-lubang (aperture) geogrid dan “terkunci”. Hal ini membatasi pergerakan lateral partikel agregat saat menerima beban vertikal dari roda Reach Stacker.
Jenis Geogrid dan Aplikasinya pada Container Yard
Berdasarkan bentuk bukaan dan arah kekuatan, terdapat beberapa jenis geogrid yang relevan untuk container yard:
- Memiliki kekuatan tarik yang seimbang di dua arah (memanjang dan melintang).
- Sangat efektif untuk stabilisasi tanah dasar yang lunak dan distribusi beban. Geogrid ini mencegah agregat menyebar ke samping, sehingga meningkatkan daya dukung tanah.
- Sering digunakan di bawah lapisan pondasi jalan atau lapangan penumpukan untuk mengurangi tebal lapisan agregat yang dibutuhkan.
- Memiliki bukaan berbentuk segitiga yang memberikan kekakuan lebih tinggi dan penyebaran beban yang lebih merata ke segala arah (360 derajat) dibandingkan tipe biaxial.
- Tensar® InterAx® geogrid merupakan inovasi terbaru dari material geosintetik untuk stabilisasi di pasaran. Produk ini menggabungkan proses koekstrusi (coextrusion) dan ilmu material tingkat lanjut (advanced material science)
- Ini sangat relevan untuk area manuver Reach Stacker yang sering berbelok dan memberikan gaya puntir pada permukaan tanah.
Penggunaan geogrid yang dihubungkan dengan kebutuhan perkuatan beban Reach Stacker memberikan keuntungan teknis yang signifikan:
- Mengurangi Penurunan Tanah (Settlement)
- Penyebaran Beban yang Lebih Luas: Geogrid bekerja dengan menyebarkan beban roda Reach Stacker yang terpusat ke area yang lebih luas di bawahnya.
- Efisiensi Konstruksi (Pengurangan Tebal Agregat)
- Tahanan Terhadap Gaya Lateral: Reach Stacker sering melakukan pengereman dan percepatan mendadak. Geogrid kaku (rigid geogrid) memberikan tahanan terhadap gaya traksi horizontal ini, menjaga integritas struktur perkerasan agar tidak bergeser atau retak.
Bagian 6: Tahapan Pemasangan Geogrid
Agar fungsi perkuatan optimal dalam menahan beban Reach Stacker, pemasangan geogrid harus mengikuti prosedur yang ketat:
- Persiapan Lahan: Lahan harus bersih dari kotoran. Jika tanah dasar sangat lunak, perlu dilakukan perbaikan awal. Tanah harus rata dan dipadatkan.
- Penghamparan: Geogrid digelar mendatar tanpa gelombang. Penting untuk memastikan arah kekuatan geogrid (jika menggunakan tipe tertentu) tegak lurus terhadap arah timbunan atau sesuai desain.
- Penyambungan: Geogrid disambung menggunakan metode tumpang tindih (overlap)
- Penimbunan dan Pemadatan: Material timbunan (agregat) ditebar di atas geogrid. Alat berat dilarang keras melintas langsung di atas geogrid yang belum tertutup material timbunan (minimal tebal 15 cm) untuk mencegah kerusakan fisik pada jaring geogrid.
Kesimpulan
Reach Stacker adalah elemen tak tergantikan dalam operasional container yard modern, menawarkan kapasitas angkat dan fleksibilitas tinggi. Namun, konsekuensi dari penggunaannya adalah beban roda statis dan dinamis yang sangat besar, yang sering kali melampaui daya dukung tanah dasar alami di area pelabuhan.Integrasi teknologi perkuatan tanah menggunakan Geogrid (seperti tipe Biaxial, Triaxial atau InterAx menjadi solusi rekayasa yang vital. Melalui mekanisme interlocking, geogrid mampu mengunci agregat, menyebarkan beban raksasa dari Reach Stacker, dan secara signifikan mengurangi penurunan tanah (settlement). Kombinasi antara alat berat yang andal dan struktur tanah yang diperkuat geogrid menjamin container yard yang stabil, tahan lama, dan mampu mendukung produktivitas logistik yang berkelanjutan.
FAQ: Reach Stacker & Perkuatan Container Yard dengan Geogrid
- Apa itu Reach Stacker dan apa bedanya dengan crane pelabuhan?
Reach Stacker adalah alat berat untuk menangani peti kemas (angkat–pindah–stacking) yang fleksibel karena menggunakan ban dan bisa bermanuver bebas. Berbeda dengan gantry crane yang cenderung statis/berjalan di rel, Reach Stacker bisa melayani banyak titik di area yard tanpa jalur khusus.
- Mengapa Reach Stacker dianggap “kritis” untuk operasional container yard?
Karena Reach Stacker dapat memindahkan kontainer dari/ke trailer, melakukan stacking beberapa tier, serta menangani area yang tidak terjangkau gantry crane—sehingga sangat membantu kelancaran alur bongkar muat dan penataan kontainer.
- Seberapa besar beban yang ditimbulkan Reach Stacker ke lantai container yard?
Sangat besar. Bobot Reach Stacker sendiri bisa mendekati ±70 ton (tanpa muatan). Saat mengangkat kontainer penuh (misalnya 20 ft hingga ±24 ton), total beban yang ditopang lantai kerja dapat mendekati ±100 ton, belum termasuk efek dinamis.
- Apa itu geogrid dan bagaimana cara kerjanya di container yard?
Geogrid adalah geosintetik berbentuk jaring (aperture) dari material seperti PP/PET/HDPE. Mekanisme utamanya interlocking: agregat “mengunci” di bukaan geogrid, sehingga pergerakan lateral agregat berkurang dan beban roda lebih efektif disebarkan.
- Kenapa geogrid efektif untuk area yang dilalui Reach Stacker?
Karena Reach Stacker memberi beban tinggi + gaya horizontal (traksi, pengereman, belok). Geogrid membantu:
- menyebarkan beban ke area lebih luas (mengurangi tegangan lokal),
- menahan gaya lateral, sehingga struktur agregat lebih stabil dan perkerasan lebih awet.
Share:
Berita Lainnya
Berita Terbaru Lainnya
Directional Drilling: Solusi Konstruksi Modern Minim Gangguan
Daftar isi: Halo Sobat Multibangun! Kalau kamu sedang mengerjakan proyek konstruksi yang butuh pemasangan pipa, kabel, atau saluran di bawah permukaan tanah tanpa merusak area sekitarnya, maka kamu harus kenalan dengan teknologi directional drilling. Singkatnya, directional drilling adalah metode pengeboran yang memungkinkan pengeboran tidak hanya ke bawah, tetapi juga ke arah horizontal atau diagonal. Dengan […]
Panduan Lengkap Alat Tambang Emas: Dari Manual hingga Alat Berat
Daftar isi: Halo sobat Multibangun! Kalau kita bicara soal tambang emas, yang terbayang pasti adalah kilauan logam mulia dan nilai ekonomisnya yang tinggi. Tapi di balik semua itu, ada satu faktor yang tidak kalah penting—alat tambang emas. Pemilihan alat yang tepat bisa membuat proses penambangan jauh lebih efisien, aman, dan menguntungkan. Baik itu tambang berskala […]
Blasting Tambang dan Hubungan Kritisnya dengan Stabilisasi Lereng: Solusi Inovatif dengan Tensar SierraScape Retaining Wall System
Daftar isi: Industri pertambangan, sebagai tulang punggung ekonomi berbagai negara, tak pernah lepas dari dinamika teknik yang kompleks dan penuh tantangan. Di antara berbagai operasi tambang, blasting atau peledakan merupakan jantung dari kegiatan pengupasan overburden dan fragmentasi bijih. Namun, di balik efisiensi dan kecepatan yang ditawarkannya, getaran dari blasting menyimpan potensi gangguan signifikan terhadap integritas struktur tanah […]