19 Feb, 2026

Daftar isi:

  1. Latar Belakang Proyek: Antisipasi Peningkatan Kapasitas
  2. Tantangan Geoteknik dan Operasional
  3. Solusi Teknis: Implementasi Tensar Geogrid TriAx
  4. Keunggulan Metode Stabilisasi Geogrid
  5. Pelaksanaan di Lapangan
  6. Sisi Historis: Memadukan Modernitas dan Sejarah
  7. Kesimpulan

Dalam dunia infrastruktur pelabuhan, stabilitas tanah dasar merupakan kunci utama keberhasilan operasional jangka panjang. Pelabuhan Sunda Kelapa, sebagai salah satu pelabuhan bersejarah dan vital di DKI Jakarta, menghadapi tantangan modernisasi dalam mengantisipasi lonjakan kapasitas logistik. Pada tahun 2024, sebuah proyek strategis dilaksanakan untuk memperluas area peti kemas (container yard) di pelabuhan ini.

Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai tantangan geoteknik yang dihadapi, solusi inovatif yang diterapkan menggunakan teknologi Geogrid, serta dampak positifnya terhadap efisiensi konstruksi dan keberlanjutan infrastruktur.

1. Latar Belakang Proyek: Antisipasi Peningkatan Kapasitas

container-yard

Pada pertengahan tahun 2024, PT Pelindo 2 menginisiasi pembangunan perluasan peti kemas seluas 6.000 m² di area Pelabuhan Sunda Kelapa, Inisiasi ini bukan tanpa alasan; pembangunan ini ditujukan untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas bongkar muat yang terus tumbuh di kawasan tersebut.

Sebagai infrastruktur yang akan menopang aktivitas logistik padat, area container yard ini direncanakan menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement). Jenis perkerasan ini dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban berat. Namun, kinerja rigid pavement sangat bergantung pada kualitas tanah dasar (subgrade) di bawahnya. Tanah dasar harus memiliki daya dukung yang tinggi dan stabil. Tanpa stabilitas ini, pelat beton berisiko mengalami penurunan yang tidak seragam (differential settlement) dan keretakan akibat kelelahan struktur (fatigue cracking).

2. Tantangan Geoteknik dan Operasional

container-yard-multibangun

Setiap proyek konstruksi di wilayah pesisir Jakarta umumnya menghadapi tantangan klasik: kondisi tanah yang lunak. Berdasarkan inspeksi lapangan, kondisi tanah asli di lokasi proyek Pelabuhan Sunda Kelapa adalah tanah lempung yang labil. Karakteristik tanah lempung ini sangat berisiko mengalami penurunan dan kerusakan signifikan apabila menerima beban berat secara langsung.

Secara spesifik, tantangan utama yang dihadapi dalam proyek ini meliputi:

Beban Rencana yang Ekstrem: Area ini dirancang untuk menampung tumpukan peti kemas (container) 40ft sebanyak tiga tumpuk. Selain beban statis dari tumpukan peti kemas, area ini juga harus melayani beban dinamis dari kendaraan berat yang keluar-masuk pelabuhan dengan intensitas tinggi.

Kondisi Tanah Asli (Existing): Daya dukung tanah dasar eksisting dinilai kurang mengakomodir untuk menahan beban rencana yang telah ditetapkan.

Efisiensi Sumber Daya: Proyek ini menuntut efisiensi material timbunan. Penggunaan metode konvensional seringkali membutuhkan volume material timbunan yang sangat besar untuk menggantikan tanah lunak, yang mana hal ini dapat membengkakkan biaya.

• Kendala Waktu: Dibutuhkan metode pelaksanaan yang cepat dan efisien agar gangguan terhadap operasional pelabuhan dapat diminimalisir.

3. Solusi Teknis: Implementasi Tensar Geogrid TriAx

container-yard-multibangun-1

Untuk menjawab tantangan kompleks tersebut, diperlukan solusi rekayasa yang tidak hanya kuat secara teknis tetapi juga efisien secara ekonomi. Melalui proses analisis dan evaluasi mendalam yang mempertimbangkan beban rencana aktivitas bongkar muat serta kondisi tanah dasar yang kurang ideal, dipilihlah solusi stabilisasi tanah menggunakan Geogrid Tensar TX160.

PT Multibangunan Rekatama Patria, selaku distributor resmi Tensar Geogrid di Indonesia, mengusulkan penggunaan material ini sebagai solusi perkuatan lapisan dasar.

Mengapa Geogrid TriAx?

Geogrid berperan vital sebagai lapisan perkuatan sebelum tanah dasar dilapisi oleh perkerasan kaku (rigid pavement) di atasnya. Berbeda dengan metode perbaikan tanah konvensional, penggunaan Geogrid Tensar TX160 menawarkan mekanisme penguncian partikel agregat yang superior.

Struktur perkerasan yang diterapkan dalam proyek ini terdiri dari urutan lapisan sebagai berikut (dari bawah ke atas):

  • Tanah Dasar Eksisting: Tanah lempung yang telah disiapkan.
  • Tensar Geogrid TX160: Lapisan stabilisasi yang digelar langsung di atas tanah dasar.
  • Timbunan Batu Pecah (Agregat): Material granular yang dipadatkan di atas geogrid.
  • Perkerasan Kaku (Rigid Pavement): Pelat beton sebagai lapis permukaan untuk operasional peti kemas.

Pemilihan Geogrid TX160 didasarkan pada kesesuaian produk dengan karakteristik tanah dasar di lokasi dan kemampuannya menahan beban rencana yang berat.

4. Keunggulan Metode Stabilisasi Geogrid

Penerapan teknologi ini pada proyek seluas 6.000 m² di Pelabuhan Sunda Kelapa memberikan sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional:

A. Efisiensi Material dan Biaya

Salah satu keuntungan terbesar dari penggunaan geogrid adalah pengurangan kebutuhan material agregat. Dengan adanya mechanical interlock (penguncian mekanis) antara geogrid dan batu pecah, ketebalan timbunan yang diperlukan untuk mencapai stabilitas yang disyaratkan dapat dikurangi. Hal ini berdampak langsung pada penghematan biaya pembelian material dan biaya transportasi.

B. Kecepatan Konstruksi

Tantangan waktu dalam proyek infrastruktur pelabuhan sangat krusial. Proses pemasangan Geogrid Tensar TX160 terbukti cepat. Penggelaran material ini relatif sederhana dibandingkan dengan metode stabilisasi kimiawi atau replacement tanah yang masif, sehingga waktu pengerjaan proyek secara keseluruhan dapat dipersingkat.

C. Peningkatan Kinerja Jangka Panjang

Fungsi utama stabilisasi ini adalah melindungi beton bagian atas. Dengan tanah dasar yang stabil, risiko kerusakan beton akibat pergerakan tanah di bawahnya dapat diminimalisir. Hal ini sangat penting mengingat beban kerja yang tinggi dari surcharge container dan kendaraan pelabuhan. Keberhasilan penggunaan geogrid ini telah terbukti di banyak proyek serupa dan berpotensi menekan biaya perawatan (maintenance) jangka panjang.

5. Pelaksanaan di Lapangan

Proyek pembangunan ini dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024. Tahapan visual di lapangan menunjukkan proses yang sistematis:

  • Persiapan Lahan: Pembersihan dan perataan kondisi tanah eksisting yang berupa tanah lempung.
  • Penggelaran Geogrid: Tensar Geogrid TX160 digelar menutupi seluruh area kerja.
  • Penghamparan dan Pemadatan Agregat: Material batu pecah dihamparkan di atas geogrid kemudian dipadatkan menggunakan alat berat (compactor) untuk mencapai kepadatan yang optimal.
  • Pengecoran Rigid Pavement: Setelah lapis pondasi stabil, dilakukan pengecoran beton.

Setelah pekerjaan selesai, dilakukan Joint Inspection untuk memastikan kualitas hasil kerja sebelum container yard beroperasi penuh.

6. Sisi Historis: Memadukan Modernitas dan Sejarah

Menariknya, lokasi proyek modern ini berdampingan dengan situs sejarah penting. Tepat di tepi pelabuhan, terdapat Museum Bahari yang menempati bangunan bekas gudang VOC (Westindische Pakhuizen). Gudang-gudang ini dibangun antara tahun 1652 hingga 1771 dan dulunya digunakan untuk menyimpan komoditas berharga seperti rempah-rempah, kopi, teh, dan kain.

Keberadaan proyek stabilisasi tanah berteknologi tinggi di sebelah situs bersejarah ini melambangkan kesinambungan peran Sunda Kelapa. Jika dahulu area ini menjadi pusat logistik maritim Nusantara era kolonial, kini dengan sentuhan teknologi teknik sipil modern, ia terus berevolusi menjadi pelabuhan peti kemas yang handal untuk masa depan.

7. Kesimpulan

Proyek stabilisasi tanah dasar pada perluasan container yard Pelabuhan Sunda Kelapa di Pademangan, DKI Jakarta, merupakan contoh keberhasilan penerapan rekayasa geoteknik yang tepat guna. Dengan menggunakan Tensar Geogrid TriAx (TX160), PT Pelindo 2 dan PT Multibangunan Rekatama Patria berhasil mengatasi tantangan tanah lunak dan beban berat secara efisien.

Hasil akhirnya adalah infrastruktur peti kemas yang tidak hanya hemat biaya dan waktu konstruksi, tetapi juga memiliki durabilitas tinggi untuk mencegah kerusakan dini seperti retak fatik pada beton. Kasus ini menegaskan bahwa geogrid adalah material yang paling cocok untuk stabilisasi tanah dasar pada aplikasi beban berat seperti pelabuhan.

FAQ: Stabilisasi Tanah Dasar Container Yard Pelabuhan Sunda Kelapa dengan Tensar TriAx Geogrid

  1. Apa tujuan perluasan container yard di Pelabuhan Sunda Kelapa?

Tujuannya untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas bongkar muat dan pertumbuhan aktivitas logistik, melalui pembangunan area peti kemas baru seluas ±6.000 m².

  1. Mengapa stabilisasi tanah dasar penting pada proyek container yard?

Karena beban operasi container yard sangat besar. Tanah dasar yang tidak stabil dapat menyebabkan penurunan tidak seragam (differential settlement) dan memicu retak fatik (fatigue cracking) pada perkerasan.

  1. Apa kondisi tanah dasar (subgrade) di lokasi proyek Sunda Kelapa?

Tanah eksisting berupa tanah lempung yang labil/lunak, yang berisiko mengalami deformasi dan penurunan bila langsung menerima beban berat dari container dan kendaraan pelabuhan.

  1. Apa itu Geogrid Tensar TriAx TX160?

Tensar TriAx TX160 adalah geogrid untuk stabilisasi tanah yang bekerja dengan mekanisme penguncian agregat (mechanical interlock) sehingga lapisan pondasi menjadi lebih kaku dan stabil

  1. Mengapa memilih Tensar TriAx dibanding metode konvensional?

Karena TriAx menawarkan stabilisasi lebih efisien tanpa perlu penggantian tanah lunak secara masif, sehingga biasanya dapat: mengurangi kebutuhan agregat, mempercepat pekerjaan, menekan biaya transport material, meningkatkan kinerja jangka panjang.

Share:

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Perbaikan Tanah Rawa: Panduan Praktis untuk Sobat Multibangun
20 Feb, 2026

Perbaikan Tanah Rawa: Panduan Praktis untuk Sobat Multibangun

Daftar isi:  Sobat Multibangun, membangun di tanah rawa terasa seperti “berjalan di atas spons”: tanahnya lembek, jenuh air, mudah amblas, dan saat dibebani timbunan atau alat berat dapat terjadi penurunan besar. Tujuan perbaikan tanah rawa bukan sekadar meratakan permukaan, tetapi meningkatkan daya dukung, mengendalikan settlement agar seragam, dan membuat pekerjaan konstruksi berjalan aman serta efisien. […]

Revolusi Stabilisasi Jalan Angkut Tambang Menggunakan Geogrid InterAx
20 Feb, 2026

Revolusi Stabilisasi Jalan Angkut Tambang Menggunakan Geogrid InterAx

Daftar isi: Dalam infrastruktur pertambangan, stabilitas jalan angkut (hauling roads) merupakan komponen kritis yang berdampak langsung pada produktivitas operasional dan biaya pemeliharaan. Tantangan utama yang sering dihadapi meliputi kondisi tanah lunak (soft subgrade), beban gandar kendaraan berat yang ekstrem, serta pengaruh lingkungan seperti curah hujan tinggi. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif prinsip mekanis, evolusi […]

Mengenal Tanah Longsor: Ancaman, Penyebab, dan Solusi Mitigasi Modern
19 Feb, 2026

Mengenal Tanah Longsor: Ancaman, Penyebab, dan Solusi Mitigasi Modern

Daftar isi:  Halo sobat multibangun! Sebagai negara dengan topografi pegunungan dan curah hujan tinggi, Indonesia memiliki tingkat kerawanan tanah longsor yang sangat tinggi. Data dari BNPB mencatat lebih dari 1.500 kejadian tanah longsor terjadi sepanjang tahun 2023. Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tapi juga menghancurkan infrastruktur dan menyebabkan kerugian ekonomi besar. Sebagai praktisi di […]

marsbahis hacklink market casibom marsbahis - marsbahis giriş Marsbahis casibom casibom betcio jojobet ultrabet betsmove jojobet holiganbet elexbet milanobet pusulabet artemisbet artemisbet zirvebet zirvebet zirvebet pusulabet vaycasino Tipobet holiganbet galabet jojobet imajbet casibom jojobet marsbahis betsmove giriş pashagaming timebet jojobet holiganbet holiganbet marsbahis